Bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri bukan hanya menjadi momen peningkatan ibadah, tetapi juga menjadi "masa panen" bagi para pelaku usaha di sektor kesehatan, khususnya apotek. Kira-kira apa saja penyebab kenaikan omzet dalam bisnis apotek saat masuk bulan puasa dan Lebaran ini?
Jika banyak bisnis lain mengalami penurunan aktivitas karena jam operasional yang terbatas, Apotek K-24 justru sering kali mencatatkan lonjakan omzet yang signifikan. Bahkan, pada masa ini biasanya Apotek K-24 mencapai masa puncaknya karena banjirnya konsumen.
Mengapa bisnis apotek justru semakin "cuan" saat puasa dan menjelang Lebaran? Berikut adalah beberapa faktor utama penyebab kenaikan omzet tersebut:
Pola makan yang berubah drastis dari tiga kali sehari menjadi dua kali (sahur dan berbuka) bisa memicu masalah lambung pada sebagian orang. Konsumsi makanan pedas, bersantan, dan gorengan saat berbuka juga meningkatkan risiko asam lambung naik.
Penjualan obat-obatan kategori antasida dan penghambat asam lambung (seperti Promag, Mylanta, atau Polysilane) meningkat tajam sejak hari pertama puasa hingga menjelang Lebaran.
Penyebab kenaikan omzet di apotek saat puasa dan lebaran yang selanjutnya adalah adanya kesadaran untuk menjaga stamina dan kekebalan tubuh lebih. Agar tetap kuat menjalankan aktivitas pekerjaan sekaligus ibadah di malam hari, masyarakat cenderung mengonsumsi suplemen tambahan.
Dampaknya, penjualan multivitamin, vitamin C, madu, dan suplemen daya tahan tubuh menjadi primadona. Produk-produk ini sering kali dibeli dalam jumlah banyak sebagai stok selama satu bulan penuh.
Selain berhubungan dengan pola makan, selama puasa dan menjelang Lebaran pasti ada momen jutaan orang yang melakukan perjalanan mudik. Masyarakat pasti sadar bahwa perjalanan jauh berisiko menurunkan kondisi fisik atau terpapar penyakit di jalan.
Ini pastinya membuat adanya lonjakan pembelian paket P3K perjalanan, obat mabuk perjalanan, obat flu dan batuk, obat penurun panas, hingga plester kompres. Apotek menjadi tujuan utama sebelum pemudik berangkat ke kampung halaman.
Adanya kendala untuk buka layanan selama 24 jam juga bisa menjadi penyebab kenaikan omzet pada Apotek K-24 selama bulan puasa dan jelang Lebaran. Saat libur Lebaran dan cuti bersama, banyak apotek mandiri atau toko obat yang tutup. Di sinilah Apotek K-24 mengambil peran besar.
Dengan komitmen tetap buka 24 jam nonstop (bahkan di hari H Lebaran), masyarakat yang membutuhkan obat darurat secara otomatis akan menyerbu Apotek K-24. Keandalan ini menciptakan lonjakan transaksi yang sangat tinggi di saat pilihan tempat belanja obat lainnya terbatas.
Eits, meski Apotek K-24 ini diserbut oleh masyarakat saat puasa atau Lebaran tapi kami tidak akan mengalami stok obat habis.
Ini juga menjadi salah satu keunggulan dari Apotek K-24. Dukungan penuh dari KDE (PT Ka Dua Empat) sebagai distributor utama memastikan bahwa meskipun permintaan melonjak berkali-kali lipat, stok obat tetap tersedia setiap hari.
Selain itu, kemudahan pemesanan melalui K24Klik memudahkan masyarakat yang sedang lemas berpuasa untuk tetap belanja kebutuhan kesehatan dari rumah, yang tentu saja menambah pundi-pundi omzet bagi pemilik gerai.
jadi, apa Anda tertarik untuk punya bisnis yang tetap produktif dan penuh berkah ini? Langsung hubungi hotline franchise Apotek K-24 di 081212012424 atau akun instagram @franchisek24. Anda juga bisa langsung mengisi formulir pendaftarannya DI SINI.
Bisnis apotek adalah salah satu bisnis yang paling resilient (tahan banting) dan justru mencapai puncaknya di momen Ramadan-Lebaran. Tingginya kebutuhan masyarakat akan kesehatan dan kenyamanan saat beribadah menjadikan apotek sebagai investasi yang sangat menjanjikan.
News
Award
Penghargaan
News
Penghargaan
Penghargaan
Award
News