Angka Kesakitan di Indonesia Cukup Tinggi, Apotek Dibutuhkan?

Angka Kesakitan di Indonesia Cukup Tinggi, Apotek Dibutuhkan?

Jun 20, 2022

Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan angka kesakitan di Indonesia ternyata masih cukup tinggi dan menantang bagi sektor kesehatan kita. Hal inilah yang membuat bisnis di sektor kesehatan masih menjadi kebutuhan masyarakat karena dibutuhkan kapan dan di mana saja.

Lalu, apakah ini saatnya Anda sebagai pebisnis terjun ke sektor kesehatan yang digadang-gadang bisa memberikan keuntungan? Kalau Anda tertarik dengan bisnis kesehatan, seperti apotek, liat penjelasan berikut ini.

Angka Kesakitan di Indonesia Masih Tinggi?

Pada tahun 2025, angka kesakitan di Indonesia tercatat masih mencapai 12,66%. Secara sederhana, angka ini bermakna bahwa sekitar 13 dari setiap 100 penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari dalam satu tahun terakhir.

Tingginya angka kesakitan ini bukan sekadar statistik di atas kertas; ini adalah potret nyata mengenai besarnya kebutuhan masyarakat akan akses obat-obatan yang aman serta layanan kesehatan yang terpercaya.

Ketika angka kesakitan meningkat, permintaan akan layanan kefarmasian yang sigap dan dekat dengan pemukiman pun menjadi tidak terelakkan.

Apotek Jadi Garda Terdepan dalam Melayani Masyarakat

Menanggapi angka kesakitan di Indonesia ini, apotek memegang peranan sebagai titik akses paling cepat bagi masyarakat. Berbeda dengan rumah sakit yang sering kali memerlukan administrasi panjang atau lokasi yang jauh dari pusat pemukiman, apotek biasanya berada tepat di jantung aktivitas warga.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala kesehatan ringan seperti demam, flu, atau gangguan pencernaan, apotek adalah tempat pertama yang mereka tuju untuk mendapatkan swamedikasi atau obat.

Keberadaan apotek yang memadai secara jumlah dan kualitas sangat krusial untuk mencegah kondisi kesehatan penduduk yang sakit agar tidak semakin memburuk. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya sebuah kesenjangan yang kontras.

Masih banyak wilayah di Indonesia, terutama di pelosok maupun daerah berkembang, yang belum tersentuh fasilitas apotek secara optimal. Tantangannya bukan hanya pada jumlah gerai, melainkan pada jam operasional. Sangat sedikit apotek yang mampu memberikan layanan penuh selama 24 jam nonstop.

Padahal, sakit tidak mengenal waktu; kebutuhan akan obat sering kali muncul di saat-saat kritis seperti tengah malam atau menjelang subuh.

Tantangan Terbesar Membangun Apotek

Jika angka kesakitan di Indonesia cukup tinggi dan banyak peluang bisnisnya, lalu mengapa tidak semua orang bisa dengan mudah membuka apotek untuk menutup celah kebutuhan tersebut?

Jawabannya: membangun bisnis farmasi tidaklah sederhana. Ada banyak baris persyaratan dan risiko yang harus dikelola, antara lain:

  • Proses Perizinan yang Kompleks: Sebagai bisnis yang berkaitan dengan nyawa manusia, regulasi apotek sangat ketat, mulai dari perizinan di sistem OSS, persyaratan bangunan, hingga izin lingkungan.
  • Ketersediaan SDM Profesional: Menemukan Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian yang kompeten dan memiliki komitmen tinggi bukanlah perkara mudah.
  • Sistem Operasional yang Rumit: Manajemen stok ribuan jenis obat, penanganan obat kedaluwarsa, hingga sistem kasir yang terintegrasi membutuhkan sistem IT yang solid.
  • Membangun Kepercayaan (Brand Trust): Masyarakat cenderung selektif dalam memilih apotek. Mereka hanya akan mendatangi tempat yang menjamin keaslian obat 100%. Membangun reputasi ini secara mandiri membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Sistem Franchise di Apotek K-24 Menjadi Solusi

Melihat tingginya kebutuhan masyarakat (angka kesakitan di Indonesia 12,66%) dan besarnya tantangan operasional di atas, sistem waralaba atau franchise Apotek K-24 hadir sebagai solusi strategis.

Apotek K-24 bukan pemain baru; selama lebih dari dua dekade, brand ini telah membuktikan eksistensinya sebagai jaringan apotek waralaba terbesar di Indonesia. Bergabung dengan franchise Apotek K-24 memberikan keuntungan yang tidak dimiliki oleh apotek mandiri:

  • Sistem operasional teruji sehingga investor tidak perlu lagi melakukan trial and error. Sistem pengadaan barang, manajemen stok, hingga layanan pelanggan sudah dipolakan dengan standar yang sangat tinggi.
  • Brand yang melekat di hati masyarakat, di mana nama Apotek K-24 sudah menjadi jaminan bagi konsumen bahwa obat yang mereka beli adalah obat asli, resmi, dan tersedia 24 jam.
  • Pendampingan berkelanjutan, mulai dari pencarian lokasi yang strategis, bantuan proses perizinan, hingga rekrutmen dan pelatihan SDM, semuanya didampingi oleh tim ahli dari manajemen pusat.
  • Komitmen 24 Jam Nonstop, dengan dukungan sistem shift yang matang, setiap gerai mampu menjalankan komitmen buka 24 jam untuk melayani masyarakat di waktu-waktu krusial.

Waktunya Berkontribusi untuk Kesehatan Bangsa

Tingginya angka kesakitan penduduk Indonesia tahun 2025 merupakan panggilan bagi para pebisnis dan investor untuk melihat peluang sekaligus misi kemanusiaan. Membuka apotek bukan sekadar mencari profit, melainkan ikut serta memperluas akses kesehatan yang lebih dekat bagi sesama.

Dengan bergabung bersama keluarga besar Apotek K-24, Anda tidak hanya memulai bisnis yang "tahan banting" dan anti-resesi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi untuk menurunkan dampak angka kesakitan nasional.

Jangan biarkan masyarakat di wilayah Anda kesulitan mencari obat di tengah malam. Jadilah pemilik gerai yang selalu ada saat dibutuhkan.

Yuk, ikut memperluas akses kesehatan yang lebih dekat dan terpercaya untuk masyarakat Indonesia.

Segera hubungi hotline Franchise Apotek K-24 di 081212012424 atau akun instagram @franchisek24. Anda juga bisa langsung mengisi formulir pendaftarannya DI SINI 

Related post
PT K-24 Indonesia
Jl. Magelang, Karangwaru Kidul,
PR 24 Yogyakarta 55241
0274 - 542024, 542025
Hotline Franchise
08-12-12-01-2424
Media Sosial